Saturday, December 27, 2008

Sons of Bitches!! What The Fucking Men on Depok Express


Foto: KRL Mania

Gue cabut dari kantor jam 17.25 WIB. Lari-lari ke Gondangdia yang hanya berjarak 400 meter persis dari teras gedung Bimantara sampai ke peron atas. Sampai di peron 17.31 WIB, gak persis sih. Itu waktu kotor, karena gue harus menunggu lift untuk turun ke bawah dan antre di depan loket stasiun kereta.

Kereta telat, jam 18.02 WIB aja masih menunggu langsiran kereta parahyangan Bandung di stasiun Manggarai. So, baru naik kira-kira jam 18.13 WIB, lagi-lagi gak persis ya.

Gue ikutan naik yang ke arah kota dulu. Biar bisa dapat duduk. Wuih, ternyata dari Gambir-Juanda, sama saja ceritanya. Mereka naik ke Kota dulu berharap bisa duduk.

Sampai di stasiun kota peron 11, (seperti kata bapak Ka Stasiun yang ngomong di TOA tuh), penumpang mulai “brukkkkkkk gedubruk” naik ke kereta. Satu per satu orang gue lihat. Kali aja ada peristiwa menarik yang bisa dibuat sebuah laporan peristiwa buat gue (dasar!! Wartawan kriminal jiwanya kemana-mana).

Tiba-tiba ada mbak berkerudung putih berbaju biru dan gue perkirakan tuh mbak hamilnya dah 8 bulan lebih. Dia berjalan perlahan berharap ada tempat duduk yang tersisa.

*Oops pembaca, sori sebelumnya* Anjrit, babi, setan, anjing, cilok haram jadah! Gue maki-maki dalam hati. Setan alas nih laki-laki semuanya, termasuk yang anak muda dan punya biji dah!

*Istighfar, :D … ya Alloh, hehe, ampuni dosa gue saat ini dan kemarin yak* beneran, masak tuh mbak lewat teuteup, gak ada yang berdiri dan malah pada pura-pura merem semua! *ugh* kedekot manusia alas ni! (eh, alas bahasa jawa yak? Bukan melayu yak? wekeke)

gue panggil dah tu mbak. Duduk di tempat gue aja. Secara, dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore gue duduk melulu. Mbaknya manis … hehehe, demen gue liatnya. Apa karena dia lagi hamil yak? Gak lama duduk dia tertidur.

Gue ngapain? Dari stasiun kota sampe lewat kalibata, kerjaan gue nyumpahin semua laki-laki yang pada merem itu (*dalam hati). Iye, gue sumpahin kalo pada punya bini, bininya pada keguguran semua! Ato nggak, kalo dia jalan ama bininya naik kereta sementara bininya hamil, sepanjang jalan ga ada yang mau kasih tempat duduk ke dia sampe nyeri-nyeri dah tuh perutnya. (*kurang ajar gue yak!*)

Ah bodo! What the fucking they are!

Iye, dalam hati gue kesel banget, rasanya pengen gue tendang tuh biji p***r mereka semua. Demen doank buat anak, liat perempuan hamil ga mau kasih tempat duduk!

One day, lo tahu rasanya kalo bini ato anak perempuan lo lagi hamil dan ga ada yang kasih kesempatan duduk, gimana mirisnya perasaan lo.

(*marah banget mode: ON*)

Posted by nop@y in 09:10:06 | Permalink | Comments (1) »

Mana Ujan Ga Ada Ojhyegz, Bechyex … Bechyeck !!

Seminggu ini gue masuk pagi. Pukul 06.28 WIB gue sudah harus ada di stasiun Depok Baru untuk mencegat kereta ekspress. Wuih, hujan nih! Becek-becek deh! Tak apalah, (Han Ji Eun mode: ON*) itu tuh yang di Film drama Korea Full House, “Semangat!”

Gue berharap, setelah berbecek-becek ria, gue bisa ganti baju yang gue simpan di lemari kantor. Ternyata, “hahahaha!” gue lupa.

Pasal gue naik kereta, gue lupa bawa kunci lemari itu. Kuncinya sengaja gue satukan sama kunci motor yang gue kendarai seminggu sebelumnya. Alamak! Akhirnya, rencana ganti baju buyar sudah, tinggal mimpi deh! Tapi gue tetap harus mencuci kaki biar bersih, masak kayak habis cari rumput sih.

Posted by nop@y in 09:04:00 | Permalink | No Comments »

The Father’s day: My Days on a Train

Hm … gue merasa masih kekanak-kanakan. Padahal umur beranjak menjelang 30. Sori, emang gue sendiri belum menikah, membayangkan menikah saja … hehe, impian 3 tahun yang lalu, saat umur gue menginjak 27 tahun. Sekarang? I am waiting for the right time only. Thank God, I found you my love!

Oke, perjalanan hidup gue sekarang sampai juga di ibukota. Dulu hanya sebuah mimpi gue menanggok rupiah di kota ini. Sebuah era kegetiran hidup yang akhirnya membawa gue datang kembali ke ibukota. Sementara, kota kelahiran gue di kota Satelit Depok yang unik (duh, ini slogan radio apa dulu yang di Depok yak …. oh gue ingat. Itu, radio Irnusa yang kemudian berganti nama jadi … apa ya?)

Akhirnya gue bisa merasakan kerja dan menikmati saat perjalanan menuju tempat kerja di atas kereta. 25 tahun silam, ah kayaknya 28 tahun silam deh, bokap gue lah yang merasakan hal ini. Dengan rute sama, Depok – Gondangdia! (Eh, kantor bokap di Lapangan Banteng! Bener gak ya turunnya Gondangdia? Alah, beda tipis ama Gambir, atau Juanda deh)

Artinya, bukan masalah berapa uang yang gue dapat. Tapi napak tilas bokap dulu dirasakan oleh gue. Yups, at least gue tahu rasa letih yang dirasa bokap zaman dulu. Hari ini, giliran gue yang harus merasakan hal itu.

Posted by nop@y in 09:03:14 | Permalink | No Comments »

When Kick Andy Change My Point of View

I don’t know. Since two weeks ago, when I watched Kick Andy presenting our ex-President, the first woman who lead this nation, Megawati Soekarno Putri. Iya, pandangan gue berubah. She’s a great woman.

Ada pelajaran berharga dari dia. No revenge! Tak ada balas dendam! Kalau saja hari itu dia mau, bisa saja Megawati membalaskan dendamnya sebagai putri mantan presiden. Bisa saja dia tidak memberikan fasilitas dokter pribadi kepada mantan presiden Soeharto. Kalau dia mau.

Tidak, ternyata tidak! Dia tidak melakukannya. Dia memberikan dokter terbaik bagi mantan presiden. Padahal, hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dia alami saat menyaksikan petinggi Indonesia di era 1965 saat itu, tidak mendapatkan fasilitas terbaik dari bangsa yang mengaku bermartabat ini.

Well, sebagai seorang wanita, gue suka waktu dia menuturkan, cucunya pinko. Dengan pakaian ala militer, cucunya itu ikut menumpang ke mobil RI 1. Hingga tiba di kantor Istana Negara, Pinko lah yang lebih dulu turun dan berdiri tegap. Saat paspampres memberi penghormatan kepada presiden, dia lah yang membalas salam hormat itu. Megawati bangga, cucunya memiliki pride of nations.

Kalau kata gue, tuh anak bakal jadi pemimpin suatu hari, dan tidak menutup kemungkinan, he will be the next Indonesian President!

Posted by nop@y in 08:59:47 | Permalink | Comments Off

Catatan melihat Dewan Integritas Bangsa (DIB)

Sori, gue sinis. Entah, gue bener-bener gak ngeliat konsep tentang DIB ini. Wanna be the next Indonesian leader? Are you ready? Yud? Are you sure can stop the mafia activity in this country? Are you sure than you can change the culture “Maaf dik, ini sekedar uang transport adik karena sudah mau meliput acara kami”?

Pemberian amplop kepada wartawan, sama halnya dalam kasus Billy Sindoro memberikan thank you money ke Mohammad Iqbal, Yud. Gue gak pernah liputan di acara lo yang di Jakarta, terlebih acara-acara di daerah. Kalau seandainya di Jakarta emang elo gak ngasih, tapi gue yakin di daerah, EO akan memberikan amplop dalam kisaran Rp50-75 ribu. Sori Yud, gue berburuk sangka sama elo.

Well, Yud. Gue saranin deh. Elo kan di Komisi I neh. Masalah luar negeri lah ya .. elo tahu donk tentang perbatasan darat negeri ini yang ada di empat pintu? Kalbar, Kaltim, Papua, dan Atambua NTT? Pasti lah ya, secara komisi lo kan? Nah. Well … why don’t you try to expand this idea to build the border? Ada tiga matra perbatasan loh, Yud. Bangunlah ketiganya seperti kita membangun Great Wall China.

Seperti kata orang deh, beranda depan negara ada di perbatasan, selain ibukota negara. Nah Yud, beranda depan kita ada di empat daerah itu. Dari keempatnya, hanya Berau, Kaltim yang tampak baik. Halloooo. Secara kutai, tengarong, dan Bontang notabene ada di sebelah utara Kaltim memang memiliki kemajuan di banding kabupaten/kota se-Indonesia lainnya.

So, hmm … hehe, gue menyarankan supaya dalam lima tahun sejak hari ini nih, lo mempersiapkan secara matang untuk lima tahun ke depan. Jadilah selebritis dengan ide brilian dan bukan mengkritik sinis. Mulai ekspansi ke seluruh wilayah Indonesia, bung. Indonesia bukan Jakarta. Jangan hanya declare di ibukota provinsi saja, tapi elo harus betul-betul jadi selebritis politik yang wajah lo terpampang di perahu nelayan di Papua, di Gorontalo Utara dan di Flores. Siap nggak? Hehehe … gue dukung Yud! Ayo, berjuang demi bangsa!

 

*ps: sori, curhat nih gue. Abis bete liat elo yang declare DIB, tapi ga ada bekasnya. Kayak angin lalu. Kasarnya, kayak kentut. Baunya ada, bentuknya ga ada, abis itu baunya juga hilang gitu ajah.

Posted by nop@y in 08:55:06 | Permalink | No Comments »

Mommy’s Day 22 December: I Give Nothing till Now on

Hari Ibu sudah berlalu. Gue gak kasih apa-apa ke nyokap. Cuma doa saja yang gue panjatkan, semoga gue tetap bisa menjaga mereka dari jauh.

Gue mulai berat di hati, ketika nyokap mau balik ke Pontianak. Gue rasa, hal sama juga dialami kakak gue. Gak tahu deh gimana negh! Semuanya merasa berat di hati. Gue, emang jadi anak yang selalu dimarahi karena gue nakal. Cukup buat gue.

Sekarang … gue hanya mau mepersiapkan diri untuk hari-hari gue ke depan. Bukan hanya sekedar berkata: Hello, am working at Jakarta loh… tapi, buat hidup gue ke depan. Gue harus menjadi lebih baik.

Posted by nop@y in 08:53:50 | Permalink | Comments Off

Scary of Life! When I am worried to be leaved

Cukup perih ketika akhirnya kita mengalami apa yang namanya ditinggalkan. Ditinggalkan teman akrab, ditinggalkan kekasih, terlebih ditinggalkan orangtua. Iya, pengalaman ini cukup membuat hidup terasa perih sekali. Saya tak ingin meratapinya.

Namun, pertambahan usia membuat saya semakin ketakutan. Takut menghadapi masa depan, saya kembali takut ditinggalkan. Saya berkaca, apa mungkin saya yang sering meninggalkan?

Saya merasa saat menginjak umur jelang 30, ternyata saya tak lagi memikirkan kapan saya menikah. Bagi saya, hanya menunggu waktu yang tepat saja. Dengan siapa? Hm, dia sudah ada di samping saya saat ini. Doakan ya …

Posted by nop@y in 08:52:50 | Permalink | Comments Off

Just sHare aBout Life

Di antara kalian, pernah ada yang putus dengan kekasih namun masih bisa berhubungan baik dengan keluarganya? Well, gue mau share cerita saja ya … it’s aBout Life ...

Punya pacar yang “brengsek”, membuat perempuan sakit hati. Terkadang ingin membuatnya mati supaya tidak lagi ada korban yang sama seperti kita. Dalam edisi tangis hidup ini, gue berpikir kok setahun yang lalu bisa ya gue tidak menitikkan air mata. Gue cukup menghadapi semua urusan cinta dengan senyum walau terasa pahit?

Gue pernah menjalani kisah cinta dengan cowok yang gue sendiri awalnya gak yakin akan berjalan baik. Benar saja, kisah itu menjadi batu sandungan dalam hidup gue dan yang gue heran, gue tetep aja bertahan sama dia. Aneh!

Walau akhirnya gue bisa lepas dari dia saat ini, gue masih bersahabat baik dengan keluarganya, kakaknya, adik-adiknya, dan bahkan orangtua dan paman bibinya.

Gue gak tahu gimana perasaan dia saat ini dengan melihat kenyataan ini. gue ingat kata-kata temen gue. Temen Gue ini, gue julukin dia si ganteng. Dia pernah bilang, cowok itu sakit kalau liat mantannya masih diterima di dalam keluarganya. Bahkan masih bersahabat baik dengan seluruh keluarganya. Ada keinginan dia ingin kembali lagi dan mulai dari awal. Tapi kalau itu sudah yang kedua kali menyakiti kamu, dia hanya bisa merasakan sakit saja dan tak ada nyali lagi untuk kembali. Gue percaya ini. TQ Ganteng … ucapan lo kurang lebihnya terbukti.

Posted by nop@y in 08:51:40 | Permalink | Comments Off

Wednesday, November 26, 2008

Menarik, Jam Masuk Sekolah Diubah Pemda DKI

Gue sependapat sama bapak yang menulis ke surat pembaca di Kanal Okezone. Cukup bijak bapak ini. Seharusnya ini menjadi pertimbangan bagi pemerintah DKI dalam mempertimbangkan jam sekolah bagi anak-anak dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.


(vhr media)

Membaca media yang menginformasikan bahwa jam sekolah di DKI Jakarta akan diubah Pemprov DKI Jakarta dari pukul 7 menjadi 6.30 pagi, sedangkan jam kerja dimulai pukul 8 atau 8.30 pagi seperti yang disampaikan oleh wagub, saya hanya bisa mengelus dada.
Ini adalah buah pikiran orang tua yang malas, mereka harusnya membalik, jam kerja dimulai pukul 6 sedangkan jam sekolah dimulai pukul 7 wib atau 7.30 wib (ini sudah dilakukan banyak sekolah internasional).
Beberapa keuntungan waktu kerja mulai pukul 6 pagi:
1. Pekerja muslim (mayoritas) akan didorong untuk sholat shubuh tepat waktu dan berjamaah di masjid seperti yang diperintahkan agama(saat ini hampir semua masjid kosong waktu sholat shubuh). Habis sholat shubuh mereka langsung ke tempat kerja, jadi tidak mungkin terlambat. Dapat pahala dan kinerja meningkat.
2. Mempersempit peluang pekerja swasta dan PNS keluyuran ke tempat-tempat maksiat atau berselingkuh (dengan alasan menunggu macet)
3. Orang tua dipaksa bangun bagi dan hal ini positif karena dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya.
4. Normalnya orang tua lebih mudah bangun pagi dibanding anak-anak, karena anak-anak masih perlu tidur 7-8 jam/hari sedangkan orang tua cukup 4 jam/hari.
5. Pelayanan warga menjadi lebih cepat, tidak seperti saat ini hampir tidak ada instansi pemerintah yang mulai melayani warga tepat pukul 8 pagi.
6. Waktu kerja pukul 6 pagi s.d.3 sore (9 jam kerja) akan memberi kesempatan pekerja yang akan meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi, karena bisa mengikuti perkualiahan sore yang biasanya dimulai pukul 4.30 sore. Atau juga mengikuti kursus-kursus lainnya.
7. Waktu berkumpul anak dan orang tua akan lebih banyak karena anak belum tidur ketika orang tua pulang kerja.

Dan masih banyak keuntungan lainnya. Maka tolong kalau mau membuat kebijakan jangan hanya berpikir untuk memanjakan diri dengan kamalasan. Semoga Allah swt selalu menuntun Gubernur dan staf-stafnya. Terima kasih

DR.H Robert Sudaryono, SH,MBA,MM
Posted by nop@y in 01:32:15 | Permalink | No Comments »

Friday, October 24, 2008

Pesta Blogger 2008 di Bulan November

October 10th, 2008

ini secara resmi diumumkan bahwa penyelenggaraan Pesta Blogger yang semula akan diadakan pada 25 Oktober 2008 ditunda ke hari Sabtu, 22 November 2008.

Mengapa mundur?

Libur Lebaran membuat beberapa pihak yang semula berjanji akan memberikan dukungan sponsorship ternyata menunda konfirmasi kesediaannya hingga beberapa pekan setelah Lebaran. Ini juga membuat rencana road trip akan sedikit berubah. Tapi, panitia belum bisa memberi tahukan bagaimana perubahannya karena menunggu beberapa komitmen dari pihak ketiga lainnya. Beberapa masalah teknis juga membuat penyelenggaraan PB08 terpaksa diundur.

Panitia meminta maaf sebesar-besarnya atas penundaan yang menimbulkan ketidakpastian dan mengganggu kenyamanan teman-teman. Panitia akan berusaha secepat mungkin mengumumkan kepastian tanggal penyelenggaraan dan bentuk road trip edisi final.

Terima kasih atas permakluman para blogger di mana pun berada.

Posted by nop@y in 14:37:19 | Permalink | Comments Off